Minggu, 29 April 2018

Saluran Irigasi Tak Berfungsi, Kesehatan Masyarakat Terganggu



BENGKULU SELATAN, SH - Kepala Desa Sindang Bulan Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Topli Hayadi sangat menyayangkan sikap Pemerintah baik tingkat kabupaten, Provinsi dan Pusat terkusus Dinas teknis mengenai aset pemerintah yang tidak  menggubris sama sekali.
Topli Hayadi saat dikonfirmasi Suara Hukum dikantornya, Selasa (24/4/18) mengatakan, Saluran Primer yang berada di Desanya yang dibangun pemerintah ditahun 1984  dengan peruntukan mengairi lahan sawah kurang lebih 70 Hektar, kondisinya saat ini kurang lebih 20 tahun tidak di perdulikan sama sekali sehingga lahan persawahan yang mengunakan saluran irigasi tersebut sudah banyak yang alih fungsi / tanam Sawit dikarenakan tidak ada sumber air.
Topli menambahkan, saluran Primer yang panjangnya  kurang lebih I KM tersebut yang saat ini sudah parah sangat dibutuhkan oleh masyarakat terkusus petani Padi. Tak tau persis hingga saat ini pemerintah daerah tidak tanggap kebutuhan masyarakat , pada hal kades mengatakan sudah banyak pejabat yang meninjau bahkan mengambil Foto diantaranya, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, Waka II DPRD Bengkulu Selatan Yunadi, kepala Dinas PU Bengkulu Selatan dan pihak petugas Irigasi namun sampai hari ini tidak ada Respon sama sekali.

Menurut Topli, yang lebih disayangkan lagi saluran tersebut tidak jauh dari rumah masyarakat. Saat ini keadaan Saluran Primer yang sudah tertutup dengan tumpukan sampah bercampur air itu apabila dimusim hujan sampah yang sudah busuk tersebut membanjiri pemukiman warga , kalau ini dibiarkan dikatakan kepala desa akan berdampak menimbulkan penyakit.

Topli berharap, Pemerintah Daerah dapat segera memungsikan lagi Saluran Primer tersebut sehingga dapat mengairi lahan sawah yang berada disekitar wilayah desanya.

“Kalau memang tidak akan diperbaiki atau digunakan lagi Kades meminta agar pemerintah memberikan izin kepada masyarakat agar siring tersebut diperbolehkan ditutup warga dengan demikian bau tak sedap yang ditimbulkan siring itu tidak lagi menyebar keseluruh pemukiman warga” Ujar Topli.

Menurut masyarakat, apabila siring ini ditutup oleh masyarakat mereka tidak berani apabila belum mendapatkan izin dari pemerintah karena apabila memang tidak diperbaiki siring tersebut hanya menimbulkan penyakit saja demikian masyarakat.(Jan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar