BENGKULU TENGAH, SH – Agaknya saat ini, proses mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah (Benteng) sudah menjadi ‘ritual’ rutin yang digelar oleh Bupati Benteng Dr H Ferry Ramli SH MH di kabinetnya setiap bulannya.
Pasalnya, pasca melakukan ‘rolling’ jabatan
jilid II beberapa minggu silam, Senin (12/3) lalu, Pemkab Benteng kembali
menggelar mutasi jilid III kepada sekitar 20 pejabat eselon III dan IV di
lingkungan Pemkab Benteng. Tak tanggung-tanggung, 3 diantaranya langsung
dinyatakan Nonjob. Tercatat, hingga mutasi jilid III yang baru dilaksanakan
ini, sudah sekitar 481 pejabat atau para ASN, baik
dari eselon II, III, maupun IV yang ‘digeser’ ke posisi barunya.
Tiga
pejabat yang dinonjobkan ini diantaranya adalah Rilja Saputra yang sebelumnya
menjabat sebagai Kasi Masyarakat dan Kelurahan dan Kurnia Ika Rahmawati yang
bertugas sebagai Kasi Kemitraan Dikpora Benteng. Mereka bedua akhirnya kini menempati
pos baru sebagai pelaksana di BKPSDM Bengkulu Tengah. Satu lagi, yaitu Maria
Nur Afifah juga dinyatakan nonjob dan saat ini ditempatkan menjadi pelaksana di
Barenlitbang Benteng.
Selain
3 orang yang nonjob, 1 orang pejabat juga terkena imbas dan akhirnya harus rela
‘dibuang’ keluar daerah lain yaitu Gunawan S.Sos yang sebelumnya menjabat
sebagai Kabid SDM Desa di dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Benteng.
Sementara itu, dari 16 pejabat eselon IV yang dimutasi, satu orang atas nama
Ade Juni Setriana, dipindahkan untuk mengisi posisi sebagai Kepala Satuan Pendidikan
Non Formal di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bengkulu Tengah.
Diketahui,
proses mutasi kemarin dilakukan kepada 20 orang pejabat eselon III dan eselon
IV serta diklaim sudah sesuai dengan SK Bupati Benteng Ferry Ramli. Sementara
pelantikan dan pengambilan sumpah kali ini dilakukan oleh Asisten III Setdakab
Benteng Mun Gumiri S.IP, MM yang mewakili Bupati Benteng. Menurut Mun Gumiri,
mutasi ini merupakan penyegaran cabinet dan memang sudah disesuaikan dengan
kebutuhan saat ini. “Semua sudah sesuai dan ditempatkan sesuai kebutuhan setiap
instansi dan dinas,” kata Mun Gumiri kepada awak media selepas pelantikan.
Tak
ayal, hal ini sontak membuat ratusan pejabat atau ASN di Benteng menjadi
ketar-ketir dan was-was akan nasibnya karena dibayang-bayangi adanya mutasi ‘mendadak’
yang bisa dilaksanakan setiap saat oleh Bupati Benteng. Salah seorang pejabat
eselon yang diwawancarai Suara Hukum mengaku cukup was-was dan ketar-ketir bilamana dirinya juga akhirnya nanti
masuk bursa mutasi edisi selanjutnya. Hal ini menurutnya karena waktu
terjadinya mutasi memang tidak bisa ditebak dan diprediksi.
“Yah
perasaan was-was pasti ada, tapi yang terpenting, pekerjaan yang sudah kita
lakukan adalah yang terbaik dan harus maksimal. Kalau memang nantinya dinilai
pimpinan masih kurang dan belum maksimal, ya itu sah-sah saja dan memang mutasi
adalah wewenang penuh dari Bupati atau kepala daerah, jadi kita sebagai bawahan
tinggal ngikut saja dengan apa yang sudah diputuskan pimpinan, yang penting
selalu siap-siap,” ujarnya sembari meminta agar identitasnya disembunyikan
dalam pemberitaan dengan alasan tertentu.
// Tarmizi Gumay : “Mutasi boleh
saja, tapi kasih waktu dong !!!”
Terkait
mutasi ini, pihak Lembaga Peduli Hukum Bengkulu (LPHB) akhirnya buka suara dan
sedikit mengkritisi tentang efektivitas kebijakan ini bagi kemajuan pembangunan
yang ada di Bengkulu Tengah. Melalui direkturnya Achmad Tarmizi Gumay, SH, MH
LPHB memandang bahwa hal ini merupakan sebuah keputusan yang kurang tepat.
Apalagi jika melihat rentang waktu dilaksanakannya mutasi yang hanya berjarak
dalam 2 bulan untuk tiga kali proses mutasi dan melibatkan nyaris 400an pejabat
eselon.
“Saya
melihat ini cukup miris mengingat para pejabat ini mungki ada yang belum lama
menempati posisinya saat ini, malah akhirnya dimutasi ke pos yang baru,
bagaimana mereka bisa menunjukkan kinerjanya dengan maksimal kalau belum-belum
sudah dipindahkan ke ‘habitat’ yang mungkin tidak sesuai dengan kemampuan serta
kualifikasinya,” papar Tarmizi.
Ditambahkan
Tarmizi, menurutnya saat ini yang ada di dalam benak para pejabat dan ASN
Benteng pastilah perasaan was-was dan ketar-ketir takut sewaktu-waktu dirinyalah
yang bakal menjadi target selanjutnya dari radar mutasi ini, yang berakibat
kepada pekerjaannya yang kemungkinan bisa saja tidak maksimal atau kekurangan
waktu untuk dapat menunjukkan hasil yang maksimal dari pekerjaannya tersebut.
“Perpindahan pos memang hal yang lumrah dan
biasa terjadi di lingkungan pemerintahan. Tapi seharusnya Bupati bisa
memberikan jarak waktu antar satu mutasi dengan mutasi lainnya agar bisa
objektif menilai kinerja para pejabat ini, jangan seperti ini dalam dua bulan
sudah 3 kali mutasi. Gak tanggung-tanggung hampir 400-500 pejabat yang kena,”
ujar salah satu lawyer muda di provinsi Bengkulu ini.
Selain
itu, menurut Tarmizi juga, dirinya belum mendapatkan informasi resmi apakah
proses mutasi kali ini sudah sepengetahuan dan seizin dari Mendagri RI serta
apakah sudah sesuai aturan yang semestinya atau tidak. Terkait hal ini,
pihaknya berupaya akan mencari tahu dan menganalisa secara mendalam, khususnya
jika memang nantinya ditemukan kejanggalan-kejanggalan maupun ketidaksesuaian
dari proses mutasi ini.
“Kita
segera akan cari tahu dan mengumpulkan informasi yang sebanyak-banyaknya apakah
memang mutasi ini sudah sesuai aturan atau tidak, serta membuka ruang pengaduan
bagi para pejabat yang merasa tidak puas atau memiliki unek-unek dari nasib
yang dialaminya saat ini terkait mutasi di Benteng. Silahkan laporkan ke kita LPHB dan Tarmizi Gumay n Partner advokat agar bisa nantinya kita dampingi
dalam mencari keadilan,” tutup Tarmizi yang juga pimpinan dari salah satu
lembaga pendampingan hukum di kota Bengkulu ini.
// Total 481 Pejabat Benteng Terkena Mutasi Dalam 2 Bulan
Seperti yang diketahui sebelumnya, sebanyak 440 orang dimutasi pada jilid I di awal Februari 2018 dan 21
orang pada jilid II beberapa minggu kemudian. Jika dirinci lebih lanjut, pada
jilid I, ada sebanyak 5 orang pejabat eselon II, 120 orang pejabat
eselon III dan 315 orang pejabat eselon IV yang jadi ‘korban’ mutasi. Sedangkan
pada jilid II, Kamis (22/2) lalu, jumlahnya menurun sedikit lebih kecil yakni
hanya 21 orang pejabat, terdiri dari 17 orang eselon II dan 4 orang dari eselon
III. Yang menarik, salah satu diantara pejabat eselon II yaitu Budiman Efdi W,
MM yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BKD Benteng akhirnya menjadi
satu-satunya pejabat yang dinonjobkan.
Selain
itu, ada juga 4 pejabat eselon III yang
dimutasi karena memasuki masa pensiun. Mereka
adalah Ir. H.Ery Astiansyah, MM, I Putu Sura Artika, SKM, MM, Drs. Rustam
Effendi, Dahril Mukminin, SKM. Proses
mutasi ini, jugan menyebabkan ada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau
Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Benteng yang terpaksa harus dijabat oleh
pelaksana tugas (Plt) yakni jabatan Kepala Dinas
Pariwisata, Kepala BKD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Dikbud, dan Kepala DPKAD. Tercatat,
total hingga mutasi jilid III yang baru dilaksanakan ini, sudah sekitar 481
pejabat dari eselon II, III, maupun IV yang
‘digeser’.(red)
Daftar Pejabat Yang Dimutasi Jilid III
tahun 2018
Eselon III
1. Aan
Supriyanto / Jabatan baru Kabid PPA di Dinas PPAPPKB
2. Deby Septika / Kabid SDM Desa di DPMD
3. Gunawan S.Sos / Pindah Tugas ke daerah lain
2. Deby Septika / Kabid SDM Desa di DPMD
3. Gunawan S.Sos / Pindah Tugas ke daerah lain
Eselon IV
1. Neny Z / Kasubbag Perencanaan DPMD
2.
Oktodi Subhan Ali / Kasi Pembangunan
kec.Taba Penanjung
3.
Elvin Sundahri / Kasi PPA di
DPPAPPKB
4.
Sherly Wijayanti / Kasi Bina Anak dan
keluarga di DPPAPPKB
5.
Ferry Kurniawan / Kasubbid Data
Pelaporan Barenlitbang
6.
Nodi Kismantoyo / Kasubbag Umum
Barenlitbang
7.
Heri Purwanto / Kasi Jalan dan
Jembatan Bina Marga PUPR
8. Suharmun / Kasi Kemitraan dan
Penghargaan Dikpora
9.
Pujihati / Kasi Usaha Ekonomi DPMD
10. Riswanti
Ginting / Kasi Pemadam, Penanggulangan Dinas PBK
11. Junita
Suryani T / KAsubbag Perencanaan dan keuangan dinas kominfo
12. Yolita
Sari / Kasi Pengembangan SDM Disparbud
13. Fajar
Rustianto / Kasi TU Tani, Distan dan Peternakan
Nonjob
1.
Rilja Saputra / Pelaksana di BKPSDM
Benteng
2.
Kurnia Ika Rahmawati / Pelaksaa di
BKPSDM Benteng
3.
Maria Nur Afifah / Pelaksana di
Barenlitbang Benteng’
4.
Ade Juni Setriana / Kepala Satuan
Pendidikan Non Formal Dikpora Benteng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar