BENGKULU SELATAN, SH – Dosen Dehasen berinisial S-O disinyalir telantarkan anak
istri. Kejadian bermula sejak S-O mulai kuliah S2 pada pertengahan tahun 2015
lalu, sikapnya mulai berubah acuh hingga membeli perumnas yang berada di jalan
Medan Baru Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu.
Pada minggu pagi (30/10/16)
saat menghadiri pernikahan tetangga, trucap perbincangan di telepon selulur S-O
"ayah,kalau mau diantar ke loket san nanti telpon atau sms bunda saja,
Bunda sama adek Mahera duduk didepan dekat pengantin".
Tiba pukul 12.00 WIB
tidak ada juga di rumah. Saat di telpon istri S-O mengatakan "ayah sudah
diantar Bayu ke loket san dan motor dititipkan sama Bayu anaknya". Belakangan
istri percaya dengan apa yang dikatakan
S-O, namun belakangan istri S-O curiga status Bayu di BBM nya mengatakan “disini
dingin sekali”. Ternyata sang anak
berada di kota Argamakmur selama sepekan. Istripun bertanya besar, jika suaminya diantar siapa ke
loket.
Sebelumnya, istri S-O
sering mendengar gosip miring mengenai suaminya yang membuat panas di telinga,
tetapi tidak dihiraukan, karena selama ini dirinya percaya kepada suami. Akhirnya
istrinya, memberanikan diri untuk melihat kebenarannya, dan betapa terkejutnya ketika
ia melihat motor S-O berada di kosan seorang wanita yang tak lain rekan
kerjanya sendiri, namun sangat disayangkan saat itu dirinya tidak mengambil
fhotonya sebagai bukti.
Setelah S-O pulang
dari Padang, istrinya mempertanyakan hal tersebut. Awalnya dia tidak
mengakuinya, ujung-ujungnya S-O mengaku dan mengatakan yang mengantar dia ke
loket saudara kembar wanita rekan kerjanya. Saat itu terjadi keributan dan kecurigaan
semakin menjadi, sebab S-O sering mengigau memanggil nama wanita itu dalam
mimpinya.
Setelah kejadian itu,
istri S-O minta diantar pulang kerumah orang tuanya, namun S-O mengiyakan istrinya pulang kerumah orang tua
di jalan Gedang melintang No.41 RT 07 Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna
Kabupaten Bengkulu Selatan pada 21/1/2017 lalu. Sejak istri S-O diantarkan
pulang kerumah orang tuanya, S-O tidak pernah menafkahi diri dan anaknya. Hingga
awal Juli 2017 lalu, istri S-O mendapati status wanita lain di media S-O untuk
suaminya.
Tepat pada tanggal
16/9/2017 S-O melaksanakan Wisuda S2 Penjaskesrek di Padang dan istrinya
melihat di akun Facebook wanita yang bernama Lilis tersebut memposthing fhoto
mesranya bersama S-O, padahal saat itu, S-O masih bersatus suami orang. Hingga
kini hubungan mereka sepertinya semakin erat dan mendengar kabar bahwa mereka
akan menikah di awal bulan April 2018 mendatang.
Istri S-O menghubungi
wanita yang bernama Lilis tersebut, tetapi wanita selingkuhan suaminya itu
tidak menggubris perkataannya, bahkan dia mengatakan saya adalah mantan
isterinya S-O. Pada tanggal 3/2/2018, istri S-O mencoba untuk melaporkan
kejadian tersebut kepada Polsek Ketahun yang mana wanita bernama Lilis tersebut
tinggal lalu meminta bantuan oleh Kades D4 Heru Wahyono tempat tinggal Lilis
melalui via telpon dan mereka merespon laporan bahkan Kades tersebut mengaku
telah memanggil Lilis untuk dimintai keterangannya.
Pada tanggal 12/2/2018
akun facebook Zidan Rafael yang nama aslinya Yuyun mengatakan lewat inbok
"kemaren malam suami mbak sama Lilis ditangkap ama warga disini loh
mbak", Yuyun menambahkan kemarin
siang dikumpulin ama warga disini disuruh nikah siri, namun Lilisnya tidak mau
katanya diminta nikah sah. Padahal awal bulan 4 mau menikah sama suaminya.
Mendengar perkataan tersebut, istri sah S-O mencoba menghubungi pihak Polsek
Ketahun dan menurut mereka tidak ada peristiwa tersebut, kemudian saya mencoba
menghubungi kadesnya pada tanggal 13/2/18.
Kades Ketahun
mengatakan, dirinya tidak pernah mendengar masalah kalau S-O dan Lilis
ditangkap warga, bahkan baru mendengar
dari dirinya terang Kades saat dikonfirmasi lewat via telpon. Kemudian pukul
16.40 WIB Kades Ketahun Heru menelpon balik dan mengatakanjika kejadian
tersebut memang benar adanya dan meminta dirinya dating ke Ketahun guna
membahas masalah ini, apa kita cuci kampung atau gimana. ( JAN )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar