Minggu, 25 Februari 2018

DOSEN DEHASEN DISINYALIR TELANTARKAN ANAK ISTRI



   BENGKULU SELATAN, SH – Dosen Dehasen berinisial S-O disinyalir telantarkan anak istri. Kejadian bermula sejak S-O mulai kuliah S2 pada pertengahan tahun 2015 lalu, sikapnya mulai berubah acuh hingga membeli perumnas yang berada di jalan Medan Baru Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu.

Pada minggu pagi (30/10/16) saat menghadiri pernikahan tetangga, trucap perbincangan di telepon selulur S-O "ayah,kalau mau diantar ke loket san nanti telpon atau sms bunda saja, Bunda sama adek Mahera duduk didepan dekat pengantin".

Tiba pukul 12.00 WIB tidak ada juga di rumah. Saat di telpon istri S-O mengatakan "ayah sudah diantar Bayu ke loket san dan motor dititipkan sama Bayu anaknya". Belakangan istri  percaya dengan apa yang dikatakan S-O, namun belakangan istri S-O curiga status Bayu di BBM nya mengatakan “disini dingin sekali”.  Ternyata sang anak berada di kota Argamakmur selama sepekan. Istripun  bertanya besar, jika suaminya diantar siapa ke loket.

Sebelumnya, istri S-O sering mendengar gosip miring mengenai suaminya yang membuat panas di telinga, tetapi tidak dihiraukan, karena selama ini dirinya percaya kepada suami. Akhirnya istrinya, memberanikan diri untuk melihat kebenarannya, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat motor S-O berada di kosan seorang wanita yang tak lain rekan kerjanya sendiri, namun sangat disayangkan saat itu dirinya tidak mengambil fhotonya sebagai bukti.

Setelah S-O pulang dari Padang, istrinya mempertanyakan hal tersebut. Awalnya dia tidak mengakuinya, ujung-ujungnya S-O mengaku dan mengatakan yang mengantar dia ke loket saudara kembar wanita rekan kerjanya. Saat itu terjadi keributan dan kecurigaan semakin menjadi, sebab S-O sering mengigau memanggil nama wanita itu dalam mimpinya.

Setelah kejadian itu, istri S-O minta diantar pulang kerumah orang tuanya, namun S-O  mengiyakan istrinya pulang kerumah orang tua di jalan Gedang melintang No.41 RT 07 Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan pada 21/1/2017 lalu. Sejak istri S-O diantarkan pulang kerumah orang tuanya, S-O tidak pernah menafkahi diri dan anaknya. Hingga awal Juli 2017 lalu, istri S-O mendapati status wanita lain di media S-O untuk suaminya.

Tepat pada tanggal 16/9/2017 S-O melaksanakan Wisuda S2 Penjaskesrek di Padang dan istrinya melihat di akun Facebook wanita yang bernama Lilis tersebut memposthing fhoto mesranya bersama S-O, padahal saat itu, S-O masih bersatus suami orang. Hingga kini hubungan mereka sepertinya semakin erat dan mendengar kabar bahwa mereka akan menikah di awal bulan April 2018 mendatang.

Istri S-O menghubungi wanita yang bernama Lilis tersebut, tetapi wanita selingkuhan suaminya itu tidak menggubris perkataannya, bahkan dia mengatakan saya adalah mantan isterinya S-O. Pada tanggal 3/2/2018, istri S-O mencoba untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ketahun yang mana wanita bernama Lilis tersebut tinggal lalu meminta bantuan oleh Kades D4 Heru Wahyono tempat tinggal Lilis melalui via telpon dan mereka merespon laporan bahkan Kades tersebut mengaku telah memanggil Lilis untuk dimintai keterangannya.

Pada tanggal 12/2/2018 akun facebook Zidan Rafael yang nama aslinya Yuyun mengatakan lewat inbok "kemaren malam suami mbak sama Lilis ditangkap ama warga disini loh mbak", Yuyun menambahkan  kemarin siang dikumpulin ama warga disini disuruh nikah siri, namun Lilisnya tidak mau katanya diminta nikah sah. Padahal awal bulan 4 mau menikah sama suaminya. Mendengar perkataan tersebut, istri sah S-O mencoba menghubungi pihak Polsek Ketahun dan menurut mereka tidak ada peristiwa tersebut, kemudian saya mencoba menghubungi kadesnya pada tanggal 13/2/18.

Kades Ketahun mengatakan, dirinya tidak pernah mendengar masalah kalau S-O dan Lilis ditangkap warga, bahkan baru  mendengar dari dirinya terang Kades saat dikonfirmasi lewat via telpon. Kemudian pukul 16.40 WIB Kades Ketahun Heru menelpon balik dan mengatakanjika kejadian tersebut memang benar adanya dan meminta dirinya dating ke Ketahun guna membahas masalah ini, apa kita cuci kampung atau gimana. ( JAN )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar