Kadis Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi Bengkulu Selatan, Edi Susanto
BENGKULU
SELATAN, SH - Setelah sempat beberapa kali gagal,
akhirnya tahun ini pembangunan Transmigrasi di Desa Batu Ampar Kecamatan
Kedurang Kabupaten Kaur akan segera direalisasikan. Tak tanggung-tanggung, dana
yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ke Dinas Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi Bengkulu Selatan sebesar kurang lebih senilai Rp. 5 Miliar.
Kepala
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bengkulu Selatan, Edi Susanto
menjelaskan, nantinya dana tersebut akan dibangunkan sebanyak 300 unit
perumahan transmigrasi dengan cara bertahap. Tahap pertama di 2018 sendiri akan
dibangunkan sebanyak 25 unit, 2019 kembali akan diusulkan lagi sebanyak 125
unit, hingga genap berjumlah 300 unit.
“Dana
Rp. 5 Miliar tahun ini bersumber dari TP (Tugas Perbantuan) selin membangun
perumahan trasmigrasi, dana ini nantinya akan juga digunakan untuk pembangunan
rumah jalan, jembatan, fasilitas umum dan pembukaan lahan yang kesemuanya saat
ini tengah proses lelang,” jelas Edi Susanto.
Edi
Susanto menambahkan, Pemerintah Daerah saat ini telah menyiapkan lahan seluas
900 Hektar di Desa Batu Ampar yang mana pada tanggal 12 Februari lalu, tim
Nakertrans bersama BPN sudah turun ke Lokasi.
Pembangunan
perumahan dan sejumlah fasilitas umum ini nantinya bukan hanya untuk penduduk
luar saja, namun juga untuk penduduk local, dengan perbandingan 50:50. Saat ini
untuk pemndudu luar sebagian besar berasal dari Jawa Barat. Para penduduk
pendatang ini nantinya, selain membuka daerah transmigrasi baru juga akan andil
membangun daerah.
Untuk
diketahui, saat ini Pemerintah Daerah terus melakukan pembangunan infrastruktur
di kawasan transmigrasi yang sudah ada, seperti di Trans Tanjung Aur II di
Kecamatan Pino Raya. Tahun ini direncanakan akses jalan menuju daerah tersebut
akan ditingkatkan menjadi pengerasan. Trans Tanjung Aur II sendiri sudah
memasuki tahun keenam namun belum diserahkan ke daerah. dikarenakan fasilitas
belum siap.
Selain
peningkatan jalan, tahun ini Dinas Trasmigrasi juga akan bekerjasama dengan
Kantor Pertanahan untuk mensertifikatkan lahan warga transmigrasi melalui
program PTSL yang selama ini lahan milik 200 KK di Tran Tanjung Aur II belum
memiliki sertifikat lahan.
Tahun
ini kantor pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan mengalokasikan 500 persil
sertifikat lahan untuk warga Trans Tanjung Aur II. Jika sudah ada sertifikat
nantinya, masyarakat diharapkan akan semakin mantap berusaha di lahan itu,
lahan juga boleh digunakan sebagai agunan pinjaman bank untuk tambahan modal
usah serta lain sebagainya, pungkas Edi Susanto. (Jan)

Bisa gk 1 kk brangkat k bngkulu batu ampar jd transmigran!
BalasHapus